-->

Sabtu, 13 Oktober 2012

Garuda Muda Kandas




KALAH TELAK: Dalam laga lanjutan Piala AFC U-22 grup E di Stadion Utama Riau, tadi malam (12/7), Timnas Indonesia U-22 dihajar Jepang dengan skor 5-1.
PEKANBARU – Kekhawatiran akan rendahnya konsentrasi, kematangan, dan jam terbang timnas U-22 akhirnya terbukti. Melawan Jepang U-22 Dalam laga lanjutan Piala AFC U-22 grup E di Stadion Utama Riau, tadi malam (12/7), Jepang menghajar Indonesia dengan skor 5-1 (2-0).  Empat gol tim Jepang dicetak oleh Kubo pada menit ke-29, 35, 64, dan 90, satu gol lainnya dicetak oleh Suzuki Ryuga pada menit ke-90+3. Sementara itu, satu-satunya gol Indonesia diciptakan oleh Agung Supriyanto. Pada menit ke-57 melalui titik putih.
  Dalam pertandingan kemarin, kualitas tim Garuda Muda memang terlihat masih satu level di bawah Jepang. Meski sempat mengancam gawang Jepang, kurang bagusnya penyelesaian akhir belum bisa membuat Indonesia mencetak gol di menit- menit awal.
  Sebaliknya, Tim Samurai Biru, julukan Jepang, sukses membungkam publik tuan rumah dengan dua gol yang tercipta pada babak pertama. Pada babak kedua, timnas mulai berani bermain menyerang. Hasilnya, mereka mendapat penalti setelah pemain Jepang handsball
  Agung yang dipercaya sukses mencetak gol dan mengubah kedudukan menjadi 1-2. Tapi, gol itu tak lantas membuat timnas bangkit untuk menyamakan kedudukan. Malah, timnas kembali harus kebobolan tiga gol akibat lengah dan terlalu konsentrasi menyerang.
  Kekalahan ini membuat peluang Indonesia menjadi peringkat ketiga terbaik sudah tertutup. Pasalnya, poin maksimal yang mereka kumpulkan dengan sisa satu pertandingan melawan Singapura hanya sembilan poin.
  Untuk menjadi peringkat ketiga terbaik, Indonesia minimal harus mengoleksi sepuluh poin, sama dengan koleksi peringkat tiga terbaik di grup A, Oman, yang mengoleksi 10 poin.
  Menyikapi kekalahan ini, Asisten Pelatih Timnas U-22 Liestiadi mengakui kualitas timnya kalah jauh. Menurut dia, persiapan Jepang dalam jangka panjang adalah salah satu faktor yang membuat mereka kuat dan matang.
  “Kami harus akui Jepang memang unggul di segala aspek dari kita. Ini menunjukkan bahwa mencetak tim tak bisa instan, mereka menyiapkan selama empat tahun, kami hanya sebulan,” ucapnya.
   Namun, buruknya penampilan timnas tak bisa dilepaskan dari keberhasilan Jepang mencetak gol terlebih dahulu.
  “Gol awal Jepang itu yang membuat penampilan anak-anak tidak fokus. Karena itu organisasi tidak jalan, dan kembali kebobolan, di babak kedua sudah berubah, tapi fisik yang kurang membuat konsentrasi turun dan jebol lagi,” tuturnya.

sumberhttp://radarsukabumi.com/?p=18118

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Statistik Blogger

Copyright © 2012. Muhamad Iqbal Irawan - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz